Home > Linux, LOL, Mikrotik > antara simple queue dengan queue tree

antara simple queue dengan queue tree

credit to : Anto.PJ

kalo belum mahir mangle, cukup gunakan queue simple.. jangan pakai mangle dulu, karena udah cukup untuk ngelimit bw upload maupun download. include burstable, dan HTB

sebelumnya ane mau jelaskan dulu, model-model bandwidth management yang bisa digunakan di simple queue

maap kalo ga pakai skrinsot, upload ke image host ane bermasalah

1.Ordinary simple queue

cara ini cocok digunakan untuk yang ingin membagi bandwidth secara dedicated/CIR , dimana alokasi bandwidth total harus seimbang dengan akumulasi bandwidth client

jika bw total < akumulasi bw client, terjadi saling rampas bandwidth

Code:

/queue simple

add direction=both disabled=no dst-address=0.0.0.0/0 interface=LAN

max-limit=64k/256k name=PC1 parent=none priority=8 queue=default/default target-addresses=192.168.1.1/32

2.burstable

sistem ini biasa digunakan pada ISP/warnet yang mengandalkan browsing cepat..

trafiknya naik turun kayak ombak

Code:

/queue simple

add burst-limit=128/512k burst-threshold=50k/200k burst-time=10s/15s direction=both disabled=no dst-address=0.0.0.0/0 interface=LAN limit-at=16k/64k max-limit=64k/256k name=PC1 parent=none priority=8 queue=default/default target-addresses=192.168.1.1/32

jadi PC1 diperbolehkan melewati max limit hingga burst-limit selama beberapa detik saja sampai burst-treshold terpenuhi lalu bw akan turun hingga limit-at

penggunaan limit-at disini adalah untuk menggaransi(CIR) agar client tidak kehabisan bandwidth kalau klient lain sedang menggunakan burstnya

3. priority

disini kita mainkan sistem prioritas dimana prioritas tertinggi = 1 dan prioritas terendah = 8, ini biasanya digunakan oleh ISP yang menawarkan paket-paket berdasarkan harga, jadi untuk yang premium dikasih prioritas = 1, dan yang reguler dikasih prioritas selain 1, jadi pada saat klien premium lagi download, bandwidth yang digunakan tidak terlalu terganggu, reguler hanya incip2 sisa2nya doang..

4. Hirearchy Token Bucket (HTB)

udah banyak penjelasan mengenai ini

HTB digunakan untuk ISP yang mengandalkan bandwidth shared.

Code:

untuk parent

/queue simple

add direction=both disabled=no interface=LAN max-limit=256k/1024k name=1MB parent=none priority=8 queue=default/default

untuk child:

add direction=both disabled=no dst-address=0.0.0.0/0 interface=all limit-at=16k/64k max-limit=256k/1024k name=”PC(n)” parent=1MB priority=8 queue=default/default target-addresses=192.168.1.1/32

yang penting disini adalah limit-at, akumulasi limit-at child tidak boleh melebihi max-limit parent, jika tidak.. maka HTB tidak berjalan baik dan saling rampas bandwidth kembali terjadi..

jika ada 10 client maka bw up/down di bagi 10

(256k/1024k) : 10 = 25k/100k jadi limit-at nya = 25k/100k

jadi kalau semua 2 klien download bersamaan maka bandwidth parent di bagi 2

jika ada klien yang rakus pake IDM, klien lain tetap dapat BW limit-at.

di HTB pun bisa dimainkan burstable dan prioritas..

QoS QUEUE TREE???

cara2 diatas juga dapat di implementasikan di queue tree, penggunaan queue tree lebih kearah management bandwidth yang lebih spesifik, dan berkaitan erat dengan mangle dan chain2nya

kadang.. kalau digunakan queue tree, simple queue kadang tidak jalan sama sekali..

tanya kenapa??

jawabnya simple aja

Quote:

hindari(jangan) me-mangle (marking paket dan koneksi) pada interface yang dari dan menuju klien(menuju alamat klien). cukup dari inet atau server saja.. jadi queue tree digunakan untuk management bandwidth dari inet dan queue simple digunakan untuk manage bandwidth menuju klien

singkatnya, pada mangle jangan menggunakan in-interface/out-interface atau dst/src-address yang digunakan untuk klien

kecuali untuk kebutuhan tertentu.. misalnya untuk sharing data, koneksi lokal, download dari server lokal, loss proxy, yang tidak kita inginkan untuk dilimit oleh simple queue

==========================

added..

==========================

penggunaan parent pada queue tree:

global in = semua yang masuk ke router, tidak bergantung lewat interface mana

global out = kebalikan global in

global total = gabungan global ini dan out, biasanya manglenya ber-chain forward

interface = hanya pada sebuah interface, untuk in dan outnya tergantung dari penggunaan chain mangle

simple queue vs loss proxy

kadang kita ingin memanjakan user dengan update game dan streaming video secepat kilat dangan loss proxy(biasanya yang baru incip proxy) tapi ternyata dibalik kecepatan itu, stabilitas network akan terganggu, trafik yang besar melalui sebuah interface akan berpengaruh pada latency.. anda cuma membuat satu user kegirangan sedang yang lain mengeluh akibat bottleneck pada interface (terutama yang mengandalkan latency rendah. menggunakan simple queue untuk melimit per klien adalah tindakan bijak. apalagi untuk hotspot (berdasarkan saran samar2 om ajienux ma om electrix85)

fungsi proxy untuk apa sih? menghemat bandwidth bukan?? proxy itu bukan file server.. dengan bandwidh 2 MB untuk 40 client.. apabila loss, walau dengan super proxy sekalipun, 5 clien yang mendownload akan sangat menggangu. proxy hanya menguntungkan segelintir user.

tapi jika anda beri max limit 512kbps per user, proxy akan sangat efektif.. untuk menangani client yang banyak

semoga berguna, jika ada kesalahan mohon dikoreksi.. jika ada yang kurang silahkan ditambahkan.. karena ini hanyalah dari newbie, oleh newbie, dan untuk newbie.. mari belajar bersama

oh iya.. kalo mau mahir mangle, silahkan pelajari IP table

Categories: Linux, LOL, Mikrotik
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: